Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Ulat Bulu
bank padi
MKRPL
Sinar Tani
e.petani
e produk

Poling

Informasi teknologi apa yang anda butuhkan?
 
Cara Bertanam Lada Perdu di Pekarangan Rumah PDF Cetak E-mail
Oleh Herwan, Asmarhansyah, Issukindarsyah, Irma Audiah Fachrista   
Rabu, 25 Januari 2012 10:26
Penanaman lada perdu diawali dengan penyediaan benih.   Benih lada perdu berasal dari setek cabang primer dan sekunder atau pun cabang primer yang menyertakan sulur panjar (setek bertapak).   Bahan benih tersebut disemai pada media semai dalam polybag yang berisi tanah top soil, pupuk kandang dan pasir (7:3:1)  sampai dengan perkaran tanaman tumbuh baik dan kuat untuk dipindahkan atau kurang lebih selama 3-4 bulan.  Untuk merangsang pertumbuhan akat dapat digunakan zat pengatur tumbuh (ZPT), air gula atau air kelapa. 

Penanaman lada di pekarangan rumah dapat dilakuan dengan menanam langsung disekitar pekarangan atau di dalam pot.  Penanaman lada di pekarangan dengan cara membuat lubang tanam berukuran 60 x 40 x40 cm. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, di dalam lubang tanam diberikan pupuk kandang sebanyak 10 kg, kapur 0,5 kg, pupuk NPKMg (12:12:17:2) 20 g. Penanaman dilakukan setelah dua minggu pemberian pupuk dasar. Jika ditanam dalam pot, gunakan pot berukuran 40 x 50 cm denga media terdiri atas tanah top soil, pupuk kandang dan pasir (7:3:1). 

Untuk optimalisasi pertumbuhan tanaman lada, maka dilakukan pemupukan secara teratur. Pupuk yang digunakan meliputi pupuk kandang sebanyak 5 kg yang diberikan setiap tahun, sedangkan pupuk anorganik berupa NPKMg dengan dosis pada tahun pertama 50 g, tahun kedua 100 g dan tahun ketiga 200 g, frekuensi pemberian 4 kali setahun.

Percabangan lada perdu yang rimbun menyebabkan tanaman sangat rentan dengan serangan penyakit, terutama jamur (P. Capsici) karena kelembaban udara disekitar pangkat tanaman cukup tinggi.   Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat penyangga dari kayu menyerupai para-para.

Untuk mengendalikan serangan hama penyakit menggunakan biopestisida atau agensi hayati. Penyakit utama lada terdiri atas penyakit busuk pangkal batang (BPB) penyakit kuning, penyakit keriting, dan beberapa hama yang menyerang bunga dan buah lada.  Pengendalian hama penyakit utama dilakukan secara kultur teknik dan pestisida atau agensi hayati.  Agensi hayati yang digunakan seperti bakteri Pasteuria penetrans untuk pengendalian penyakit kuning, jamur Trichoderma harzianum untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang, jamur Beuveria bassiana mengendalikan hama walang sangit.  Jenis pestisida nabati untuk mengendalikan hama tanaman lada antara lain ekstrak biji bengkuang, tepung cengkeh atau ekstrak akar tuba.

Panen dapat dilakukan 12 bulan setelah penanaman, namun ada baiknya pada saat umur tersebut bunga dan buah yang terebentuk dibuang agar pertumbuhan tanaman lebih baik. Jumlah produksi tanaman pada umur 2 tahun dan 3 tahun masing-masing sebanyak 200 g/tanaman dan 500 g/tanaman lada kering.

            

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com